Sabtu, 18 Juli 2009

UNGKAPAN DAN PERIBAHASA


UNGKAPAN DAN PERIBAHASA
UNGKAPAN

Contoh 1
(a) Asri, silakan angkat topimu!
(b) Aku angkat topi atas keberhasilan-mu dalam meraih cita-cita.


Kata menjaga pada contoh kalimat (a) bermakna menunggui, sedangkan kata menjaga pada kalima
Simpulan
Ungkapan atau idiom ð kata atau gabungan kata yang menyatakan makna khusus.
t (b) bermakna memelihara; tidak menyinggung.


MACAM-MACAM UNGKAPAN
Ungkapan dengan bagian tubuh
Ungkapan dengan indra
Ungkapan dengan nama warna
Ungkapan dengan nama benda alam
Ungkapan dengan nama binatang
Ungkapan dengan bagian tumbuh-tumbuhan
Ungkapan dengan kata bilangan


1.Ungkapan dengan bagian tubuh
Contoh:
a. Jeng Sri memang tinggi hati.
(sombong)
b. Karena ucapan orang itu, Waluyo
naik darah. (marah)
c. Itulah akibatnya kalau menjadi
anak yang berkepala batu.
(tidak mau menurut)

Ungkapan dengan indra
Contoh:
a. Hati-hati terhadap orang yang
besar mulut itu. (suka membual)
b. Merah telinganya ketika ia
dituduh sebagai koruptor. (marah)
c. Karena mata gelap, dia
mengamuk di kantor.
(hilang kesabaran)

Ungkapan dengan nama warna
Contoh:
a. Lebih baik berputih tulang
daripada hidup menanggung malu
seperti ini. (mati)
b. Ketika kutinggalkan dulu engkau
masih merah, sekarang sudah
seorang jejaka. (masih bayi)
Ungkapan dengan nama benda alam
Contoh:
a. Selama pertandingan sepak bola
itu, benar-benar dia menjadi
bintang lapangan.
(pemain yang baik)


b. Pidatonya digaraminya dengan lelucon sehingga menarik para pendengarnya. (dibumbui; dihiasi)
c. Jangan lekas percaya akan kabar angin itu. (kabar yang belum pasti; desas-desus)

5.Ungkapan dengan nama binatang
Contoh:
a. Lagi-lagi aku yang
dikambing hitamkan bila
timbul keributan di kelas.
(orang yang dipersalahkan)

b. Maaf, aku tak sudi kaujadikan aku sebagai kuda tunggangmu. (kausuruh-suruh untuk kepentinganmu)
c. Dasar kau berotak udang, soal semudah ini saja kau tak mengerti. (bodoh)

6. Ungkapan dengan bagian tumbuh-tumbuhan
Contoh:
a. Kalau rasa permusuhan itu tidak
dicabut sampai akar-akarnya,
hubungan kalian tak pernah baik.
(dihilangkan benar-benar)

b. “Gema Tanah Air” sebuah bunga rampai yang disusun oleh H.B. Jassin. (buku yang berisi kumpulan karangan beberapa orang)
c. Segala pekerjaannya hampir tak ada yang berbuah. (berhasil)

7.Ungkapan dengan kata bilangan
Contoh:
a. Kalau bekerja dengan
setengah hati, hasilnya
kurang memuaskan.
(tidak sungguh-sungguh)

b. Janganlah seperti pepatah: Masuk tiga keluar empat. (pengeluaran lebih besar daripada penghasilan)
c. Keduanya telah mengadakan pertemuan empat mata kemarin. (pertemuan rahasia)


PERIBAHASA
1 kelompok kata atau kalimat yang tetap susunannya dan biasanya mengiaskan maksud tertentu.
2 ungkapan atau kalimat-kalimat ringkas, padat yang berisi perbandingan, perumpamaan, nasihat, prinsip hidup atau aturan tingkah laku.


Jenis Peribahasa
Pepatah
Perumpamaan
Pemeo
Ungkapan

1.Pepatah
Jenis peribahasa yang berisi nasihat atau ajaran dari orang tua-tua.

Contoh:
a. Air tenang menghayutkan. (orang pendiam, tetapi berilmu banyak)
b. Berjalan pelihara kaki, berkata pelihara lidah. ( dalam melakukan suatu pekerjaan hendaknya selalu berhati-hati)

2.PerumpamaanJenis peribahasa yang berisi perbandingan yang menggunakan kata seperti, bagai, bak, laksana, dll.

Contoh:
a. Seperti pungguk merindukan bulan. (mengharapkan sesuatu yang tidak mungkin tercapai)
b. Laksana burung dalam sangkar. (seseorang yang terikat oleh keadaan)

3.Pemeo
Jenis peribahasa yang biasanya digunakan untuk semboyan.

Contoh:
a. Esa hilang, dua terbilang. (terus berusaha hingga tercapai cita-cita)
b. Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh. (seia sekata atau bersatu padu)

4. Ungkapan
Gabungan kata yang maknanya sudah menyatu dan tidak ditafsirkan dengan makna unsur yang membentuknya.


Contoh:
a.Mereka sudah banyak makan garam dalam hal itu. (banyak pengalaman)
b.Hati-hati terhadapnya, ia terkenal si panjang tangan. (suka mencuri)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar