Sabtu, 18 Juli 2009

BENTUK KARANGAN


Bentuk karangan terdiri atas:
NARASI
DESKRIPSI
EKSPOSISI
ARGUMENTASI
PERSUASI


PENJELASAN:



1. NARASI
- Narasi/cerita/kisahan adalah karangan yang isinya menceritakan kejadian atau peristiwa yang dialami seseorang pada waktu dan tempat tertentu.
- Ketiga unsur berupa: kejadian, tokoh, dan konflik merupakan unsur pokok sebuah narasi. Jika ketiga unsur itu bersatu, ketiga unsur itu disebut plot atau alur.
- Narasi dapat bersifat faktual (nyata) dan fiksional (rekaan).
Contoh narasi faktual: biografi, autobiografi, atau kisah pengalaman.
Contoh narasi fiksional: novel, cerpen, cerbung, ataupun cergam.



Penyusunan karangan narasi
- Penyusunan narasi (fiksi) melalui proses kreatif, dimulai dengan mencari, menemukan, dan menggali ide.
- Cerita dirangkai dengan menggunakan "rumus" 5 W + 1 H.
- Tentukanlah di mana setting/ lokasi ceritanya, siapa pelaku ceritanya, apa yang akan diceritakan, kapan - peristiwa-peristiwa berlangsung, mengapa peristiwa-peristiwa itu terjadi, dan bagaimana cerita itu dipaparkan.



Contoh Narasi Fiksional:
Aku tersenyum sambil mengayunkan langkah. Angin dingin yang menerpa, membuat tulang-tulang di sekujur tubuhku bergemeretak. Kumasukkan kedua telapak tangan ke dalam saku jaket, mencoba memerangi rasa dingin yang terasa begitu menyiksa. Wangi kayu cadar yang terbakar di perapian menyambutku ketika Eriza membukakan pintu. Wangi yang kelak akan kurindui ketika aku telah kembali ke tanah air. Tapi wajah ayu di hadapanku, akankah kurindui juga? Ada yang berdegup keras di dalam dada, namun kuusahakan untuk menepiskannya. Jangan, Andi, sergah hati kecilku, jangan biarkan hatimu terbagi. Ingatlah Ratri, dia tengah menunggu kepulanganmu dengan segenap cintanya.



2. DESKRIPSI
Deskripsi adalah karangan yang berisi gambaran /lukisan mengenai suatu hal atau keadaan sehingga pembaca seolah-olah melihat, mendengar, atau merasakan hal tersebut sehingga dapat menghasilkan suatu daya bayang pada diri pembacanya.


Penyusunan Karangan Deskripsi:
- Tentukan objek atau tema yang akan dideskripsikan;
- tentukan tujuan;
- tentukan aspek-aspek yang akan dideskripsikan dengan melakukan pengamatan;
- susunlah aspek-aspek tersebut menjadi kerangka;
- tentukan pola pengembangannya: apakah urutan lokasi, urutan waktu, atau urutan menurut kepentingan;
- kembangkan kerangka menjadi deskripsi.



Contoh deskripsi fiksional
Salju tipis melapis rumput, putih berkilau diseling warna jingga; bayang matahari senja yang memantul. Angin awal musim dingin bertiup menggigilkan, mempermainkan daun-daun sisa musim gugur dan menderaikan bulu-bulu burung berwarna kuning kecoklatan yang sedang meloncat-loncat dari satu ranting ke ranting yang lain.


3. EKSPOSISI

Eksposisi adalah karangan yang berisi uraian/paparan/ penjelasan tentang suatu topik dengan tujuan memberi informasi atau pengetahuan tambahan bagi pembaca.
Untuk memperjelas uraian, dapat dilengkapi dengan grafik, gambar, foto, atau statistik.



Penyusunan karangan eksposisi:
- tentukan topik/ tema;
- tetapkan tujuan;
- kumpulkan data dari berbagai sumber, baik dari media cetak maupun elektronik;
- susun kerangka karangan sesuai dengan topik yang dipilih;
- kembangkan kerangka menjadi karangan eksposisi.



Contoh Karangan Eksposisi (paragraf)


Pada dasarnya pekerjaan akuntan mencakup dua bidang pokok, yaitu akuntansi dan auditing. Dalam bidang akuntasi, pekerjan akuntan berupa pengolahan data untuk menghasilkan informasi keuangan, juga perencanaan sistem informasi akuntansi yang digunakan untuk menghasilkan informasi keuangan. Dalam bidang auditing pekerjaan akuntan berupa pemeriksaan laporan keuangan secara objektif untuk menilai kewajaran informasi yang tercantum dalam laporan tersebut.

Contoh Karangan Eksposisi (pemaparan proses)

Cara mencangkok tanaman: 1. Siapkan pisau, tali rafia, tanah yang subur, dan sabut secukupnya. 2. Pilihlah ranting yang tegak, kekar, dan sehat dengan diameter kira-kira 1,5 sampai 2 cm. 3. Kulit ranting yang akan dicangkok dikerat dan dikelupas sampai bersih kira-kira sepanjang 10 cm.



4. ARGUMENTASI
Argumentasi adalah karangan yang bertujuan membuktikan kebenaran suatu pendapat/ kesimpulan dengan data/ fakta sebagai alasan/ bukti
Dalam argumentasi pengarang mengharapkan pembenaran pendapatnya dari pembaca. unsur opini, data, fakta, atau alasan berfungsi sebagai penyokong opini tersebut.


Penyusunan karangan argumentasi:
- tentukan topik/ tema;
- tetapkan tujuan;
- kumpulkan data dari berbagai sumber;
- susun kerangka karangan sesuai dengan topik yang dipilih;
- kembangkan kerangka menjadi karangan argumentasi.


Contoh Karangan Argumentasi
Jiwa kepahlawanan harus senantiasa dipupuk dan dikembangkan karena dengan jiwa kepahlawanan. Pembangunan di negara kita dapat berjalan dengan sukses. Jiwa kepahlawanan akan berkembang menjadi nilai-nilai dan sifat kepribadian yang luhur, berjiwa besar, bertanggung jawab, berdedikasi, loyal, tangguh, dan cinta terhadap sesama. Semua sifat ini sangat dibutuhkan untuk mendukung pembangunan di berbagai bidang.

5. PERSUASI
Persuasi adalah karangan yang isinya mengajak atau mempengaruhi pembaca untuk berbuat sesuatu.
Melalui tulisannya, pengarang mengharapkan adanya sikap motorik berupa perbuatan yang dilakukan oleh pembaca sesuai dengan yang dianjurkan penulis dalam tulisannya.



Penyusunan karangan persuasi:
- tentukan topik;
- rumuskan tujuan;
- kumpulkan data dari berbagai sumber;
- susun kerangka karangan;
- kembangkan kerangka karangan menjadi karangan persuasi



Contoh karangan persuasi
Salah satu penyakit yang perlu kita waspadai di musim hujan ini adalah Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Untuk mencegah ISPA, kita perlu mengonsumsi makanan yang bergizi, minum vitamin dan antioksidan. Selain itu, kita perlu istirahat yang cukup, tidak merokok, dan rutin berolah raga.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar